Jadi berkait aku ada tugas bahasa indonesia untuk membuat majalah dengan hasil wawancara orang-orang terkenal yang kulaksanakan dengan FUWA FUWA (nama kelompok), aku mewawancarai tantekuu!!! dan ini hasil nya:
Dibalik
Kesuksesan Retail Therapy
Oleh
: Gabrielle Athaya I.
Zaman sekarang, fashion adalah sesuatu yang sangat penting
bagi setiap orang, terutama bagi wanita. Baik remaja, maupun dewasa. Maka dari
itu, sekarang banyak pakaian yang bermodel sesuai trend.
Kalista Moulany adalah seorang fashion designer yang sukses, lebih tepatnya lagi tanteku. Beliau berusia 31 tahun dan memiliki toko baju bernama Retail Therapy yang beralamat di Jl. Ahmad Dahlan No 41, Gandaria, Jaksel, sangat dekat dengan Labschool Kebayoran. Tidak hanya baju yang di desain, tapi begitu juga dengan sepatu anak-anak muda. Seperti high heels, heels, wedges, flats dan lain lain.
Bagaimana Kalista Moulany bisa menjadi fashion designer yang sukses?
Sejak masih kecil, ia tak pernah bercita-cita menjadi seorang fashion
designer. Namun tante Kalista dari sejak dulu memang menyukai hal-hal yang
berkait dengan fashion. “Saya suka fashion karena fashion dapat membuat
seseorang terlihat lebih cantik dan percaya diri.”, itu yang beliau katakan.
Bermula dari kesukaan, menjadi kesuksesan . Sekarang tante Kalista sudah
memiliki toko fashion sendiri!
Ketika sedang mendesain, tante Kalista selalu berusaha membuat
sesuatu yang unik supaya banyak menarik pembeli. Biasanya, beliau mendapat
inspirasi mendesain dari berbagai macam hal, bisa dari window shopping di mall, dari majalah-majalah, browsing di
internet, dan sebagainya. Beliau berkata bahwa inspirasi bisa datang dari mana
saja selama kita membuka diri dan wawasan, namun bukan berarti menjiplak hasil
karya orang lain.
Tante Kalista juga sering mengikuti pameran fashion, seperti Brightspot,
Indonesia Fashion Week, Inacraft, Trademark, dan lain lain. Biasanya, dengan
mengikuti pameran-pameran fashion tersebut banyak sekali keuntungannya. Selain
mendapat kesempatan untuk mendapat barang-barangnya laku, Retail Therapy juga
bisa semakin dikenal orang lain. Walaupun terlihat mudah menjadi seorang
fashion designer, tante Kalista menyatakan bahwa ada ruginya juga menjadi
fashion designer. Salah satu kerugiannya adalah hasil karya bisa ditiru orang
lain.
Harapan kedepan untuk Retail Therapy, tante Kalista ingin
membuka pasar baru untuk kalangan yang lebih luas serta meningkatkan produksinya
dengan tetap mempertahankan kualitasnya.
TADAA!! Aku sendiri lohh yang bikin..
eheheh,, BYE